Sosok

Hj. Mufidah Jusuf Kalla

2009-06-25

Wanita bersuara lembut yang berusaha menjaga sikap untuk selalu tampil setenang mungkin, Mufidah Miad Saad, ini seorang ibu yang setia menopang karir suami, Wakil Presiden Jusuf Kalla. Keberhasilan JK dalam dunia usaha dan dunia politik tak terlepas dari dukungan wanita Minangkabau kelahiran Sibolga 12 Februari 1943, ini.

 

Bak kata pepatah asam di gunung ikan di laut bertemu dalam kuali, itulah yang terjadi pada pasangan Muhammad Jusuf Kalla dan Mufidah. Sebagai khasnya orang Minang yang berjiwa perantau, begitulah jua keluarga Mufidah (ayah H Buya Mi’ad dan ibu Sitti Baheram serta sebelas orang anak saudara sekandung. Dari Sumatera Barat merantau ke Sibolga, umatera Utara hingga ke Sulawesi Selatan.

 Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Utama

Percepatan Pembangunan Daerah

2009-06-25

Percepatan pembangunan daerah merupakan sudah menjadi keharusan, semoga pemerintahan mendatang mempunyai misi yang jelas bagi pemerataan pembangunan di daerah. Memang, dengan adanya otonomi daerah, pemerintah pusat menjadi kurang control dan kurang mengawasi kemajuan- kemajuan apa saja yang telah dicapai pada daerah- daerah terpencil. Hal ini dapat terjadi karena pelimpahan wewenang dan kekuasaan pada daerah bukan lagi sentralisasi yaitu pada pemerintah pusat melainkan pad pemerintah daerah yang dikepalai oleh seorang gubernur dan bupati.

 

Pemerintah daerah hendaknya jangan terlena dengan jabatannya saat ini, dalam arti lain, para pemerintah daerah baik itu gubernur atau bupati menjadi raja- raja kecil didaerah masing- masing. Banyaknya potensi yang belum tergarap, maka banyak pula proyek- proyek pembangunan daerah yang akan dimainkan. Jangan sampai proyek- proyek pembangunan tersebut hanya memakmurkan beberapa kelompok masyarakat, dan hendaknya menjadi kemaslahatan umat daerah tersebut.

 Selengkapnya..

Sumut Manfaatkan Zona Penangkapan Ikan Melalui Satelit

2008-06-06

Sumatera Utara tercatat sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memanfaatkan fasilitas pengindaraan jarak jauh atau Zona Penangka­pan Ikan (ZPI) dengan teknologi satelit yang akan membantu peningkatan kesejahteraan nelayan dan menyukseskan program agro­marinepolitan yang dicanangkan kepala negara beberapa waktu lalu. Kepala Bappeda Sumut, Drs. RE Naing­golan, MM mengatakan, pemanfaatan fasili­tas yang disediakan LKBN ANTARA itu adalah bagian dari kepedulian dan upaya gubernur Rudolf M Pardede mengangkat harkat dan martabat kehidupan nelayan dan keluarga mereka di daerah itu dengan meningkatkan hasil tangkapan.

Mengupayakan kehidupan nelayan yang bermartabat itu telah menjadi bagian dari fokus perhatian Rudolf M Pardede sejak "naik pangkaf' dari orang kedua menjadi orang per­tama di Sumut, selain program agropolitan yang sama-sama dicanangkan Presiden SBY. Nainggolan menambahkan, Sumut memiliki panjang pantai 1.300 kilometer dengan potensi perikanan tangkap sebesar 1.352.920 ton, dan dari potensi tersebut yang baru bisa dimanfaatkan hanya 25,33 persen atau 342.653 ton dengan total Rumah Tangga Perikanan (RTP) penangkapan di laut sebanyak 30906 RTP. Fasilitas ZPI dibutuhkan karena perobahan iklim secara global telah mempengaruhi siklus hidup ikan di laut dengan kawasan penangkapan (fishing ground) semakin jauh dari jangkauan nelayan sehingga dibutuhkan biaya yang besar untuk BBM dan waktu melaut yang lama," katanya.
Selengkapnya..

Sejarah Tak Boleh Dipalsukan

2008-06-05

Buku Tuanku Rao yang ditulis oleh Mangaradja Onggang Parlindungan (MOP), tak pelak lagi menjadi buku "sejarah" Batak yang paling banyak dibicarakan awal melenium ini.

Sejak diterbitkan untuk kedua kalinya pertengahan 2007, tercatat sejumlah media berpengaruh telah menempatkannya menjadi isu penting. Disamping itu, juga turut digelar beberapa diskusi yang berkaitan dengan isi buku tersebut oleh beberapa kalangan.

Bagi H. Felix Hendrito Parlindungan Siregar, putra kedua dari alm MOP, penerbitan buku Tuanku Rao kali ini tentunya sarat dengan makna. Betapa tidak, sebagai pewaris dari penulis buku tersebut, dia berkesempatan menyaksikan buku yang semula hanya diperuntukkan bagi dia dan abangnya Dorphi, kini menjadi topik penting bagi banyak orang, khususnya masyarakat Batak,"Ketika papi menulis buku itu saya dan abang saya Dorphi sedang berada di Amerika. Jadi beliau ingin kami anaknya mengerti dan paham tentang sejarah Batak, maka beliau tulislah buku Tuanku Rao," ujar Felix Hendrito Siregar mengisahkan latarbelakang penulisan buku Tu­anku Rao tersebut.
Selengkapnya..

Laporan Khusus

Membuat Trobosan Demi Masa Depan yang Lebih Baik

2009-06-25

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal terus melakukan terobosan untuk menjadikan daerah- daerah terisolir di Pantai Barat dan Mandailing Julu menjadi kawasan Terbuka. Dalam waktu dekat ini akan dibuka jalan mulai dari Aek Tombang (Kecamatan Naga Juang) Hingga ke Ranto Panjang di Kecamatan Muara Batang Gadis. Jalan Sepanjang 30 Km ini akan dibuka secara bertyahap.

 

“Apabila jalan ini selesai kelak jarak tempuh dari Penyabungan ke Ranto Panjang akan semakin pendek. Hanya butuh waktu tiga jam. Jauh lebih singkat daripada melalui Natal yang memakan waktu sampai tujuh jam.” Kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing  Natal Ir. Abdollah Dalimunthe yang disampaikan melalui Sekretaris Dinas PU Nasrin Lubis.

 

Selain itu, tambahnya, apabila jalan ini telah selesai akan terbuka perkebunan kelapa sawit, karet dan coklat, yang secara otomatis akan meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD. Kemudian komoditas dari Pantai Barat, khususnya dari Kec. Muara Batang Gadis akan lebih mudah dipasarkan karena jarak tempuh yang semakin singkat.

 Selengkapnya..

Menyongsong dan Membumikan PSAK Zakat Perusahaan

2008-08-29

Masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang Esensi zakat secara "konseptual", baik dari yang beragama Islam maupun non Islam. Islam adalah agama yang memiliki citra sangat mendalam dengan karakter "saling memberi terhadap sesama" dan selalu bersifat adjustment. Sementara itu zakat sebagai salah satu penyangga subtansi dalam Islam, dengan tidak mengabaikan substansi-substansi yang lain, sampai kini masih memerlukan perhatian serius. Bukan saja karena zakat sebagai salah satu rukun Islam, tetapi lebih dari itu, karena kesadaran umat untuk melaksanakan zakat masih rendah, begitu juga dengan kesadaran kolektif untuk infak, amal, dan shodaqoh. Selengkapnya..

Jeruk Manis Sibanggor, Riwayatmu Kini.

2008-06-05

Masa kejayaan Jeruk Huta Sibanggor yang sempat terkenal hingga ke Sumatera Barat agaknya kian hari kian mengalami kepunahan. Kekhasan rasa jeruk yang terbilang lebih manis dari jeruk kebiasaannya tersebut dikhawatirkan akan tinggal nama, akibat adanya hama CCPD atau jamur batang merah yang menyerang tanaman sejak 2001 dan hingga kini belum dapat diatasi. Wajar saja masyarakat yang selama ini bertani jeruk di kawasan tiga desa yakni, Simbanggor Julu, Simbanggor Toga, dan Simbanggor Jae mulai dilanda keresahan. Pasalnya, tanaman jeruk yang sempat dijadikan andalan mata pencarian, kini tidak lagi hidup subur akibat serangan jamur batang merah, "Kalau dulu lahan sepuluh hektar saya tanami jeruk, bahkan jika panen kami bisa menjualnya sampai ke Jakarta,".kenang Baharuddin, salah seorang petani jeruk. Menurut Baharuddin Nasution (45) yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani Desa Sim­banggor Julu karena serangan hama jamur batang merah ia kini hanya menanam jeruk hanya beberapa batang saja yang ditaman di sekitar rumahnya dan itu pun sangat jarang berbuah. Padahal menurut Baharuddin, sekitar tiga tahun lalu mereka menanam jeruk paling sedikit satu sampai dengan dua hektar dan hasilnya sangat memuaskan. "Sejak munculnya hama tersebut, setiap kali kami menanam namun belum cukup umur, jeruk itu kering dan lama-kelamaan mati dan saat itu. Kejadian ini kami konsultasikan dengan Dinas Pertanian di Penyabungan dan setelah adanya hasil dari penelitian, hama yang menyerang bernama CCPD atau Jamur batang merah atau api namun sampai saat ini belum juga tertanggulagi," jelas Baharuddin. Meskipun dalam keterpurukan namun harapan untuk kembali mengulang gernilangnya tanaman jeruk masih belum sirna, maka beberapa petani masih berusaha untuk melestarikan beberapa pohon jeruk untuk dijadikan bibit yang mereka yakini akan dapat menanam kembali dalam jumlah besar.
Selengkapnya..