Editorial
Kemiskinan Daerah
2010-03-09
Isu kemiskinan kembali menjadi pembicaraan, kemiskinan tidak hanya melanda pelosok pulau Jawa, tapi berbagai daerah dikepulauan Nusantara. Beberapa dari sekian banyak penyebab tidak diselesaikannya kemiskinan itu adalah sistem ekonomi. sistem ekonomi kapitalisme secara sistematik sampai kiamatpun akan memelihara dan melahirkan kemiskinan. Secara normatif dalam Islam, kemiskinan karena tidak makan dan tidak mendapatkan pendidikan tidak akan ada sepanjang nilai- nilai Islam itu dilaksanakan. Ada kewajiban tanggung jawab kelaparan di 40 keluarga di sekeliling kita, ada kewajiban zakat, infaq, shadaqah, ada negara yang membuat Baitul Maal, ada pejabat yang selalu memperhatikan dimana ada kelaparan dan sebagainya. Di Indonesia secara konstitusional tidak ada kemiskinan karena ditanggung negara.
Di Luar negeri ada jaminan sosial bagi mereka yang tidak ada pekerjaan dan tidak ada makanan. Namun menurut data PBB 61% penduduk dunia masih berpendapatan Rp. 10.000 - 20.000 sehari. Sehingga PBB mencanangkan program milenium untuk mengurangi kemiskinan dalam 15 tahun kedepan hanya 50%. Berarti seandainya pun berhasil, maka kemiskinan itu masih dipelihara minimal 50%. Sungguh suatu program yang tidak ideal sementara nagara kaya, orang kayamengusai kekayaan dunia hanya untuk kemewahan dan memanjakan nafsu pribadi di tengah orang lain sebanyak 40.000 mati kelaparan setiap hari.
Naulibasa memiliki komitmen yang sangat keras untuk menjadikan isu kemiskinan ini sebagai sasaran untuk diangkat sebagai isu bukan untuk diperdebatkan tetapi secara nyata diselesaikan. Apa yang bisa kami lakukan adalah dengan memberitakan keadaan kemiskinan didaerah kita sana serta membuka "uncang- uncang" atau pundi, kantong, dompet yang mengimbau semua pembaca menyisihkan zakat, infaq, shadakah, sumbangan sosial, wakafnya yang akan kami kumpul dan akan diarahkan untuk membantu menyelesaikan seberapa besarpun yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan kemiskinan itu secara umum dinegara ini dan khususnya di daerah miskin. NB