Sosok

Abdullah Harahap

2010-12-08

Karya kolaborasi Jakarta-New York-Yogyakarta yang menginterupsi gelombang buku-buku metropop, menawarkan horor sebagai perenungan.

Sica Harum

MUNGKIN Anda tak tahu Abdullah Harahap, pun tak merasa penting mengetahuinya atau tidak. Abdullah cuma menulis cerita horor picisan seputar balas dendam, pembunuhan, motif-motif cerita setan, dan arwah penasaranyang dibumbui seks pada era 70-80-an. Simak saja judul-judulnya, antara lain Penunggu Jenazah, Babi Ngepet, sampai Perawan Tumbal Setan.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Utama

Kontroversi RUU Anti- Pornografi dan Porno Aksi

2009-08-25

Sejumlah kalangan dan pribadi terutama intelektual, budayawan, agamawan, dan para pekerja banyak sudah yang memberikan tanggapan dan pendapatynya tentang RUU Anti- Pornografi dan Pornoaksi (APP).

Pansus DPR atau RUU APP bekerja cukup baik : menjaring aneka pendapat dari element- element masyarakat itu. ada yang pro dan ada yang kontra, hal itu merupak suatu yang hal dalam kehidupan berdemokrasi.

Ada yang setuju RUU itu dengan penyempurnaan terutama menyangkut batasan mengenai pornografi dan porno aksi tetapi ada yang tidak setuju dengan lahirnya UU APP. Bagi mereka UU APP tidak diperlukan Karena sudah ada UU yang mengatusr soal hal itu tinggal pengefektifannya saja.

Pembuatan RUU AP sebagai respon dari keresaan masyarakat yang sekarang ini banyak sekali merebak masalah pornografi dan porno aksi ini. Yang tidak pro dengan RUU APP mengatakan bahwa ini adalah solusi yang tidak tepat, tetapi bagi yang pro akan RUU APP ini lain lagi pendapatnya bahwa UU APP sangat diperlukan untuk membrantas pornografi dan porno aksi.

Pornografi telah menjadi alat demomoralisasi kultur budaya Indonesia. Untuk itu DPR harus dapat menyelesaikan UU APP demi kemslahatan umat. Negara kita kan negara yang beragama pasti menolak hal- hal yang berbau porno. kenapa tidak memakai batasan agama saja, itukan sudah jelas ujar Inneke Koesherawati.

BERITA LAINNYA