Sosok

Abdullah Harahap

2010-12-08

Karya kolaborasi Jakarta-New York-Yogyakarta yang menginterupsi gelombang buku-buku metropop, menawarkan horor sebagai perenungan.

Sica Harum

MUNGKIN Anda tak tahu Abdullah Harahap, pun tak merasa penting mengetahuinya atau tidak. Abdullah cuma menulis cerita horor picisan seputar balas dendam, pembunuhan, motif-motif cerita setan, dan arwah penasaranyang dibumbui seks pada era 70-80-an. Simak saja judul-judulnya, antara lain Penunggu Jenazah, Babi Ngepet, sampai Perawan Tumbal Setan.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Utama

Tokoh Akademisi "Life Achievment Award" 2010 Masyarakat Ekonomi Syariah

2010-08-06

Prof Sofyan Syafri Harahap Peroleh Islamic Economic Society Award

Ke depan kita harus memberikan daya dorong yang semakin kuat dalam pengembangan
ekonomi syariah ke depan.

Kiprah Prof Sofyan Syafri Harahap dalam pengembangan ekonomi syariah memang tak
bisa dipungkiri lagi. Kontribusi beliau dalam bidang pendidikan khususnya
ekonomi keuangan syariah telah mengantarkan beliau malang melintang di kancah
nasional dan international sebagai pembicara seminar, dosen tamu maupun
kerjasama penelitian dengan berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negri.

Mendirikan Program S2 dan S3 IEF (Islamic Economic and Finance) dan lembaga
training sumber daya syariah IBFI (Islamic Banking and Finance Trisakti)
Universitas Trisakti merupakan wujud nyata seorang Guru Besar Akutansi
Universitas Trisakti untuk terus eksis dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan
syariah.

Perjalanan panjang beliau dalam dunia pendidikan ini telah mengantarkan Prof
Sofyan Syafri Harahap menerima penghargaan untuk yang kedua kalinya. Kali ini
Prof Sofyan Syafri Harahap menerima penghargaan sebagai Islamic Economic Society
Award kategori Akademisi. Penghargaan yang diberikan oleh Masyarakat Ekonomi
Syariah (MES) bekerjasama dengan Karim Business Counsulting (KBC) dan Forum
Zakat (FOZ) merupakan sebuah penghargaan atas jasa Prof Dr Sofyan Syafri Harahap
sebagai tokoh-tokoh yang berperan penting dalam pengembangan ekonomi syariah di
Indonesia.

Prof. Dr Sofyan Syafri Harahap menyatakan bahwa award ini menjadi beban yang
berat bagi penerimanya dan award ini merupakan sebuah titipan pesan dari
masyarakat Indonesia bagaimana ke depan bisa memberikan sumbangan dan perjuangan
bagi pengembangan ekonomi syariah ke depan.

"award ini menjadi Menjadi beban berat bagi seorang yang dipilih dan sebagai
penerima titipan pesan dari mereka, dan ke depan harus semakin banyak sumbangan
maupun perjuangannya," ujar Prof Sofyan.

Prof Sofyan juga menambahkan bahwa ternyata bukan Tuhan saja yang amati kita
tapi masyarakat juga dan ke depan kita harus memberikan daya dorong yang
semakin kuat untuk membantu percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan
syariah ini.

Terkait dengan lembaga pendidikan yang dipimpinnya, beliau berharap dengan
adanya award ini ke depan akan terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas,
pelayanan dan mempertahankan penghargaan yang diberikan ini.

"Kita berharap dengan award ini lembaga pendidikan di Indonesia tidak hanya IEF
semakin bergiat lagi dalam mengembangkan ekonomi syariah baik dari kualitas
maupun pelayanan bukan malah berhenti ditempat karena perjuangan ekonomi syariah
masih panjang," ujar Prof Sofyan. (jwt)

BERITA LAINNYA