Laporan Utama
Gubsu : Penyusupan Budaya Asing Sudah Mengerikan
2010-06-07
“Indikasi ini semakin mengkhawatirkan. Hari ini banyak orang menanamkan kebencian terhadap pemerintah sehingga terseret dalam sikap saling curiga, saling intip dan saling tuding. Gejala ini sangat berbahaya terhadap terserabutnya akar budaya bangsa yang santun dan beretika untuk saling ingat-mengingatkan demi kebaikan bersama,” ujar Gubsu, Senin (31/5).
Berbicara saat menerima Tim Pertunjukan Rakyat Sumut binaan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut yang berhasil meraih juara II Festival Media Pertunjukkan Rakyat Tingkat Nasional 2010 di Pekan Baru Riau, (23-27/5), Gubsu menegaskan bangsa ini memang harus ‘khittah budaya” atau kembali merujuk kepada akar budaya bangsa Indonesia secara utuh.
Kepada Tim Pertunjukan Rakyat Sumut yang disutradai Dahri Uhum Nasution (Tok Ai) yang dibawa Kadis Kominfo Provsu Drs H Eddy Syofian M.AP menyerahkan trofi dan piagam penghargaan nasional ini kepada Gubsu. Gubsu menegaskan Pemprovsu komit untuk terus melestarikan budaya-budaya tradisional Sumut termasuk media pertunjukan rakyat, sebagai salah satu upaya penyegaran kepada kader bangsa mencintai budaya leluhurnya.
Berulang Gubsu mengingatkan generasi muda harus diselamatkan agar tidak terseret jauh dari akar budaya bangsa. “Tanpa kita sadari infiltrasi budaya asing telah semakin dalam merasuk kepada sebagian generasi muda. Terkesan ada upaya sistematis untuk merusak kader bangsa untuk jauh dari budaya leluhur. Padahal, budaya kita adalah budaya mendidik, mengayom dan santun, bukan budaya menabur kebencian dan saling curiga,” tegasnya.
Pada kesempatan yang juga dihadiri Kabid Sarana Komunikasi dan Disemininasi Informasi (SKDI) Kominfo Provsu Dra Hj Pipih Sopiah dan Rosmidar, Gubsu tidak menepis kemungkinan masih banyaknya generasi bangsa yang belum puas terhadap kondisi faktual saat ini. “Hal itu tidak kita nafikan. Kita juga semua belum puas. Namun bukan berarti kita saling tuding, saling menyalahkan kemudian saling menghancurkan. Justru akibat ketidakpuasan itulah seyogyanya kita sama-sama mengambil peran sesuai domain kita masing-masing untuk sama-sama pula memperbaiki kadaan agar lebih baik,” tegasnya.
Sebelumnya Kadis Kominfo melaporkan tim pertunjukan rakyat Provinsi Sumut yang juara nasional II tahun ini pada 2007 juga memperoleh juara pertama tingkat nasional pada festival yang sama di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan (Sulsel), kemudian juara III Regional Sumatera tahun 2008 dan juara I eksebisi nasional tahun 2009.
Sebagai pemenang pertama Festival Media Pertunjukkan Rakyat Tingkat Nasional 2010 tim asal Kalimantan Selatan (Kalsel), disusul juara III dari Papua. Sedangkan, pemain perempuan terbaik pada peserta asal Sumatera Barat (Sumbar) dan pemain laki-laki terbaik asal Sulawesi Barat dan sutradara terbaik asal Jawa Tengah.
Dijelaskan Kadis Kominfo, festival media tradisional tersebut adalah media komunikasi yang dibangun antara pemerintah bersama masyarakat untuk sarana penyampaian program pemerintah kepada masyarakat bawah dengan mengombinasikan budaya kesenian tradisional masing-masing.
Kadis Kominfo menambahkan, tim pertunjukkan rakyat Sumut dengan sutradara Dahri Uhum Nasution (Tok Ai) dibantu pemain antara lain Munir, Burhan Piliang, Rosmidar, Gusti Siahaan menampilkan thema ”Keberagaman Masyarakat Sumut Hidup dalam Kedamaian dengan mengolaborasikan musik dan dialek Melayu dengan alat tradisional Batak dan Nias.
Para pemenang selain mendapatkan medali, juga surat penghargaan dari Menteri Kominfo dan uang pembinaan sebesar Rp12.5 juta.
http://www.sumutprov.go.id/