Sosok

Abdullah Harahap

2010-12-08

Karya kolaborasi Jakarta-New York-Yogyakarta yang menginterupsi gelombang buku-buku metropop, menawarkan horor sebagai perenungan.

Sica Harum

MUNGKIN Anda tak tahu Abdullah Harahap, pun tak merasa penting mengetahuinya atau tidak. Abdullah cuma menulis cerita horor picisan seputar balas dendam, pembunuhan, motif-motif cerita setan, dan arwah penasaranyang dibumbui seks pada era 70-80-an. Simak saja judul-judulnya, antara lain Penunggu Jenazah, Babi Ngepet, sampai Perawan Tumbal Setan.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Utama

GUBERNUR HARAPKAN MAHASISWA AMALKAN ILMUNYA DI PEDESAAN

2010-10-14

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Syamsul Arifin SE, mengharapkan para mahasiswa mengamalkan ilmunya di pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Gubsu di Medan, Rabu (13/9), mengatakan, berdasarkan informasi, sebagian besar mahasiswa yang menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi di kota besar, termasuk Kota Medan, berasal dari luar daerah, yang umumnya dari pedesaan.
"Di Medan jumlahnya hampir 80 persen," katanya ketika memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru di Universitas Muslim Nusantara (UMN).
Tentu saja, kata Gubsu, kondisi itu menjadi potensi tersendiri bagi pedesaan karena suatu saat akan memiliki putera-puteri terbaik yang memiliki pengetahun yang dibutuhkan.
Karena itu, mahasiswa yang sebagian besar dari pedesaan diimbau menuntut ilmu secara serius agar mampu membangun desa asalnya yang mungkin tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lain.
Sebenarnya, mahasiswa yang memiliki pengetahuan yang mencukupi akan mempunyai peluang untuk sukses jika mampu mengembangkan berbagai potensi di pedesaan.
Gubsu mencontohkan potensi perikanan yang terdapat di pedesaan kurang digarap secara profesional sehingga kurang memberikan hasil yang maksimal dalam peningkatan kesejahteraan nelayan.
"Padahal telur ikan kerupuk yang diasinkan saja harganya bisa mencapai Rp1 juta per kg," kata Gubsu.
Gubsu menambahkan, mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi saat ini harus bersedia menjadi sarjana pembina desa jika telah menyelesaikan studinya.
"Kami membutuhkan sarjana untuk membangun desa. Karena itu, kuasai pengetahuan dengan baik, khususnya di bidang pertanian dan perikanan," kata Gubsu.
(ANTARA) http://www.sumutprov.go.id/

BERITA LAINNYA