Sosok

Abdullah Harahap

2010-12-08

Karya kolaborasi Jakarta-New York-Yogyakarta yang menginterupsi gelombang buku-buku metropop, menawarkan horor sebagai perenungan.

Sica Harum

MUNGKIN Anda tak tahu Abdullah Harahap, pun tak merasa penting mengetahuinya atau tidak. Abdullah cuma menulis cerita horor picisan seputar balas dendam, pembunuhan, motif-motif cerita setan, dan arwah penasaranyang dibumbui seks pada era 70-80-an. Simak saja judul-judulnya, antara lain Penunggu Jenazah, Babi Ngepet, sampai Perawan Tumbal Setan.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Khusus

Pemekaran Kabupaten Tapanuli Selatan Harapan atau Ancaman

2009-08-25

Desentralisasi kekuasaan di Indonesia membuahkan kebijakan otonomi daerah (otda). Otonomi Daerah membawa harapan bernama pemekaran, termasuk wilayah kabupaten Tapanuli Selatan.

Menakar potensi yang dimilki dan mengukur kemampuan untuk mengatur rumah tanga sendiri adlah hal yang harus dilakukan. Lebih setelah proyek pemekaran di beberapa kabupaten atau provinsi di Indonesia menunjukan gejala dan fakta yang tidak sedap.

Idealnya, pemekaran kabupaten/ provinsi merupakan harapan indah. Selain mendapat amanah (kepercayaan) untuk megatur rumah tangga dan keuangan secara otonom, dukungan berupa pembagian "kue" DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) serta ujian memasang dan mengejar sejumlah target, pemekaran juga membuka peluang- peluang untuk curang yang lebih lapang. Gejalanya mengerikan. Bisa berupa konflik horisontal dan vertikal, korupsi dan kolusi, serta lahirnya "raja- raja kecil yang culas".

Barangkai, secara teoritis, belum ada persoalan dengan pemekaran. Apa yang diharapkan akan terpenuhi. Bahkan diyakini, akan membawa kesejahteraan bagi segenap angotamasyarakat. Menyoal kemampuan SDM untuk tidak hanya mengejar sisi manis pemekaran dan mengabaikan dampak buruk yang akan terjadipun akan menjadi keniscayaan. sebab perkara mampu atau tidak mampu terkadang, cendrung mengemuka dari logika sebuah kekuasaan. Mampu tidak mampu menjadi kosakata usang yang terpendam dalam kehendak, bukan etika dan ahlak mulia. Maka pertanyaanya : Apakah pemekaran itu menjadi harapan atau berubah menjadi ancaman..? hanya masyarakat Tapanuli Selatan lah yang bisa menjawabnya.