Sosok

Abdullah Harahap

2010-12-08

Karya kolaborasi Jakarta-New York-Yogyakarta yang menginterupsi gelombang buku-buku metropop, menawarkan horor sebagai perenungan.

Sica Harum

MUNGKIN Anda tak tahu Abdullah Harahap, pun tak merasa penting mengetahuinya atau tidak. Abdullah cuma menulis cerita horor picisan seputar balas dendam, pembunuhan, motif-motif cerita setan, dan arwah penasaranyang dibumbui seks pada era 70-80-an. Simak saja judul-judulnya, antara lain Penunggu Jenazah, Babi Ngepet, sampai Perawan Tumbal Setan.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Khusus

Minat Orang Sumut Masuk Perguruan Tinggi Masih Rendah

2010-02-02

Rendahnya minat orang Sumut masuk perguruan tinggi itu diakui Gubsu Syamsul Arifin pada acara pertemuan
dengan rektor/ketua/direktur/yayasan PTS se Kopertis Wilayah I NAD-Sumut di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut di Medan, Selasa (12/1).

Di acara yang dihadiri Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) KH Muhammad Nuh itu, Syamsul melalui Koordinator Kopertis Wilayah I NAD-Sumut, Prof Zainuddin menyebutkan bahwa di daerah itu ada sedikitnya 234 PTS dan tiga PTN.

“Ini (memacu minat) tantangan bagi dunia pendidikan Sumut ke depan. Karena masih banyak orang Sumut yang
belum menyadari manfaat dan pentingnya menimba ilmu sampai ke perguruan tinggi,” jelas Syamsul.

Justru itu, Syamsul berharap pertemuan dengan Mendiknas ini, bisa dimanfaatkan para stakeholders
dunia pendidikan di Sumut untuk memacu lebih besar minat warga memasuki perguruan tinggi.. Padahal, di daerah ini ada sedikitnya 1.165 program studi dengan jumlah siswa sebanyak 16.160 orang yang didukung oleh 4.500 dosen.

Menanggapi keluhan ini, Nuh dihadapan Muspida Sumut dan sejumlah stakeholders dunia pendidikan di daerah itu pada prinsipnya menekankan perlunya dilakukan transformasi mutu dan kualitas dunia pendidikan lebih baik lagi.

Salah satu caranya, ucap Nuh adalah menjadikan lulusan PTS ataupun PTN itu harus menjadi solutif bagi aneka
permasalahan yang dihadapi masyarakat.. “Lulusan PTS maupun PTN di Sumut ini harus menjadi mesin transformasi bagi penyelesaian masalah di masyarakat. Dan ini menjadi tugas kita untuk merealisasikannya,” tegas Nuh.

Dikesempatan itu, Nuh juga membeberkan bahwa kebijakan pendidikan nasional 2010-2014 adalah Nonpolicy
Discriminatif. Yakni kebijakan pendidikan nasional tidak membedakan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama, atau antara PTN dengan PTS.

www.sumutprov.go.id