Laporan Khusus
Gubsu : Pembangunan Mental Warga Perlu Diperhatikan
2010-07-06
Pembangunan mental warga Kota Medan di tengah usianya yang ke 420 tahun pada 1 Juli hari ini, dinilai sangat penting untuk diperhatikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih masa bakti 2010-2015, Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin.
Sebab, pembangunan mental tersebut sangat terkait erat dengan progres pembangunan ke depan, yang tidak hanya bisa mengandalkan dari sisi fisik semata, tetap juga harus memerhatikan karakter warga kota yang bertempramen keras, tegas, namun suka dengan kejujuran.
Menurut Penjabat Wali Kota Medan yang juga Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Syamsul Arifin SE di Medan, Rabu (30/6), pembangunan mental warga kota itu akan menjadi motor pembangunan paling efektif untuk mengawal Medan sebagai kota metropolitan terbesar ke tiga di Tanah Air, yang berjiwa religius, madani, dan moderen.
“Pembangunan mental itu bertujuan agar warga lebih merasa memiliki kotanya. Sehingga, dengan demikian, proses pembangunan yang dilakukan pemerintah, dengan sendirinya akan mendapat kontrol dari warga,” jelas Gubsu.
Gubsu mengatakan, pembangunan mental warga Kota Medan akan berdampak positif terhadap pemeliharan tata ruang dan lingkungan dari kerusakan secara masif, serta mampu menumbuhkan kenyamanan, dan ketentraman hidup dikota yang menjadi idaman siapa saja.
“Dari momentum 420 tahun Kota Medan ini, semua warga harus mulai menumbuhkan Sense Belonging (rasa memiliki) yang tinggi terhadap eksistensi kotanya. Baik itu antara legislatif, eksekutif, yudikatif, serta tokoh masyarakat, agama, dan wanita, sehingga kemajuan kota benar-benar pada arah dituju,” ujar Gubsu.
Kota Medan yang pertama sekali ditemukan Guru Patimpus pada pertemuan Sungai Babura dan Sungai Deli (bundaran Tugu Patimpus di kawasan Pasar Petisah), sampai kini telah dihuni lebih dari lima generasi.
Dengan usia empat abad lebih itu, Gubsu berharap seluruh elemen warga kota, bisa mengesampingkan ego sektoral, dan ego pribadi, demi kemajuan kota untuk generasi berikutnya. Sebab, bisa dipastikan tuntutan generasi masa depan, akan lebih besar dibanding masa saat ini.
Gubsu juga mengingatkan, pembangunan mental atau karakter warga Kota Medan untuk lebih mencintai kotanya sendiri, tidak bisa dilakukan hanya dengan Life Service (omongan), tanpa realisasi. “Sudah saatnya, seluruh elemen warga Kota Medan mulai belajar jujur terhadap diri sendiri dan lingkungannya,” kata Gubsu.www.sumutprov.go.id