Laporan Khusus
Gubsu: Jati Diri dan Identitas Nasional Jangan Lemah
2010-06-07
Banyak pihak yang mengkhawatirkan kecendrungan semakin memudarnya nilai dan semangat kebangsaan. Hal ini dikaitkan dengan sistem politik demokrasi maupun pengaruh globalisasi yang tak terbendung.
Jati diri dan identitas nasional sebagai suatu bangsa jangan sampai melemah, ungkap Gubsu dalam sambutan tertulisnya ketika membuka Forum Dialog Lintas Generasi Provinsi Sumut di Hotel Grand Angkasa, Sabtu (5/6).
Dikatakan Gubsu, indikasi melemahnya komitmen kebangsaan itu dapat dilihat dari mundurnya etika masyarakat, serta kurangnya kejujuran dan sikap amanah dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, ucap Gubsu untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu, maka pembangunan karakter bangsa sangat dibutuhkan dan harus dilakukan secara konkrit, konsisten dan berkesinambungan.
"Pembangunan karakter tersebut harus dilakukan di tengah keluarga, pendidikan, masyarakat dan pemerintah," ungkap Gubsu.
Diingatkan kepada generasi muda dan seluruh masyarakat, bahwa semangat kebangsaan itu harus tetap berpegang teguh pada 4 pilar utama kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, jelas Gubsu.
Forum dialog dengan nara sumber Prof Dr Soeprapto M.Ed, Dr Yudi Latif, Putu Wijaya, Pangdam I/BB, M Yudhie Haryono dan BEM USU dengan moderator Mutia Hafid dan Zamzami Umar SH MHum dari Universitas Medan Area dihadiri aparatur pemerintah, institusi pendidikan, ormas, OKP dan lain sebagainya.
Cita-Cita
Pangdam I/BB Mayjen TNI M Noer Muis dalam makalahnya menyampaikan, agar keutuhan NKRI dapat dipertahankan sebagai mana cita-cita pendiri bangsa, maka yang harus dilakukan adalah selalu waspada.
Kemudian tidak muda terprovokasi terhadap kegiatan yang dilakukan kelompok atau golongan ekstrim yang tidak sejalan dengan pemerintah, kata Pangdam.
Sementara Ketua Depicab SOKSI Medan Sunardi Ali kepada Analisa menyampaikan harapannya dialog lintas generasi itu menyatukan persepsi yang hakiki tentang makna demokrasi sesungguhnya.
Oleh karena itu, ucapnya, dialog lintas generasi tentang nilai kebangsaan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan, sehingga masyarakat di semua lapisan memiliki jati diri sesungguhnya sebagai bangsa Indonesia yang memegang teguh Pancasila dan UUD 1945.
Diakui Wakil Sekretaris DPD KNPI Sumut ini, semangat demokrasi Pancasila di negeri ini mulai luntur karena meninggalkan palsafah sebagai bangsa Indonesia. "Untuk itu kita harus menggali kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai jiwa NKRI untuk tercapainya kemajuan Indonesia yang sebenar-benarnya," jelas Sunardi Ali.
http://diskominfo.sumutprov.go.id/