Laporan Khusus
Banyak Mahasiswa Orientasinya Jadi Pekerja Bukan Pengusaha
2010-11-18
Articles | Ekonomi
Written by Wantana on Monday, 15 November 2010 03:30
Social List Bookmarking Widget
MEDAN (Waspada): Masih banyak mahasiswa orientasinya setelah lulus hanya menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Padahal kesempatan menjadi PNS selalu tidak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya.
Tim Ahli Deputi Kewirausahaan Muda, Irsan Rangkuti di Medan pada HUT HMI Pertanian UISU ke-17 di Garuda Plaza, Sabtu (13/11) menyatakan dari hasil penelitian keseluruhan mahasiswa di Indonesia pada 2004 hanya 56 persen ingin menjadi usahawan.
“Akan tetapi dari 56 persen tersebut hanya satu dari lima mahasiswa yang benar-benar menjadi usahawan atau berkecimpung didalam wirausaha mud,” ujarnya.
Padahal, lanjutnya, jika kondisi ini tidak bisa disiasati oleh para universitas atau perguruan tinggi dengan capat otomatis mereka akan menelurkan penganggur-penganggur baru yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan.
“Perlu adanya technopreneur university suatu proses pendidikan mengedepankan penerapan teknologi dan pengembangan jiwa mandiri untuk mencetak wirausaha andal yang telah dibekali ilmu dan pengalaman,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, juga harus didukung dengan jaringan bisnis yang siap untuk diterapkan di daerah masing-masing. “Dengan demikian mahasiswa dididik berusaha dengan inkubator bisnis sehingga mereka telah siap di lapangan jika menyelesaikan perkuliahannya,” lanjutnya kembali.
“Dengan HUT HMI ini saya berusaha untuk memotivasi mereka agar memiliki jiwa-jiwa entrepreneur agar kedepannya mereka tidak lagi berorientasi menjadi pekerja melainkan pengusaha,” ujar Irsan Rangkuty.
Tim Ahli Deputi Kewirausahaan Muda melanjutkan pemerintah saat ini sedang menyusun grand design kewirausahaan untuk mahasiswa agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Salah satunya dengan memberikan modal usaha sebesar Rp1 miliar untuk setiap perguruan tinggi di Indonesia. Tentunya untuk memacu mahasiswa untuk berusaha dikemudian harinya,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, untuk meningkatkan meninat usaha di jiwa pelajar khususnya mahasiswa, Kemenegpora juga menggelar lomba-lomba kewirausahaan. “Tentunya kita berharap hal ini juga diikuti oleh pemerintah daerah agar tumbuh kembang jiwa usaha itu tidak hanya pada diri mahasiswa melainkan masyarakat,” ujarnya.
Alumni HMI Pertanian UISU, Deni Faisal Mirza menyatakan yang diperlukan mahasiswa turun ke tengah-tengah masyarakat dan melihat apa yang menarik untuk dikembangkan dan pasar mana yang kira-kira dapat menggaet pelanggan.
“Jadi ada alternatif pilihan bagi mahasiswa apakah mereka untuk berjenjang di karir bisnis atau menjadi pegawai negeri, bahkan menjadi seorang pekerja,” ujarnya.
Hal inilah, lanjutnya, harus benar-benar diperhatikan oleh mahasiswa bagaimana peluang dan masa depannya. Tentukanlah dari sekarang apakah ke bisnis ataupun menjadi pekerja.
“Tidak sedikit mereka-mereka yang terjun ke dunia bisnis berhasil mengembangkan usahanya bahkan memiliki tenaga kerja yang cukup. Hal ini dikarenakan peluang mereka lebih besar dari pada masuk ke PNS,” lanjutnya.
Dirinya berharap orientasi mahasiswa segera dirubah sehingga tidak lagi mengejar PNS melainkan wirausaha. (m38). http://waspadamedan.com