Berita Daerah
Jumlah Penduduk di Bawah Garis Kemiskinan di Sumut Turun
2010-07-06
Jumlah penduduk miskin di bawah Garis Kemiskinan di Sumatera Utara (Sumut) Maret 2010 sebesar 1.490.900 orang (11,31 persen).
Demikian Kepala BPS Sumut Drs Alimuddin Sidabalok kepada wartawan dalam jumpapers di kantornya, Kamis (1/7).
Dikatakannya, bila dibandingkan dengan penduduk miskin Maret 2009 berjumlah 1.499.700 orang (11,51 persen), berarti jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumut berkurang sebanyak 8.800 orang atau persentasenya berkurang sebesar 0,20 poin.
Sedangkan selama periode Maret 2009–Maret 2010, penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 9.800 orang (0,27 persen), sementara di daerah perkotaan bertambah sekitar 1.000 orang namun persentasenya berkurang sebesar 0,11 poin.
Lebih lanjut diutarakannya, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berbeda.
Pada Maret 2010, penduduk miskin berada di daerah perdesaan sebesar 11,29 persen dan di daerah perkotaan sebesar 11,34 persen.
Sementara itu, Sidabalok menyampaikan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Sumut tahun 2010 meningkat dibanding tahun 2009 dari 0,50 menjadi 0,57.
Demikian pula Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) angkanya mengalami peningkatan dari 1,92 tahun 2009 menjadi 2,04 pada tahun 2010.
"Ini mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung makin menjauhi garis kemiskinan dan tingkat ketimpangannya juga semakin besar.
Perkembangan Tingkat Kemiskinan Sumut Tahun 1999- 2010," jelasnya.
Susenas
Adapun Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2010 menunjukkan jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumut sebanyak 1.490.900 orang atau sebesar 11,31 persen terhadap jumlah penduduk seluruhnya.
Kondisi ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang jumlah penduduk miskinnya sebanyak 1.499.700.
Dengan demikian, terdapat penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 8.800 orang atau persentasenya berkurang sebesar 0,20 poin.
Menurutnya, penurunan jumlah penduduk miskin di Sumut mengindikasikan dampak dari program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah cukup berperan dalam menurunkan penduduk miskin di daerah ini.
Jumlah penduduk miskin Sumatera Utara yang berada di daerah perdesaan pada Maret 2010 sebanyak 801.900 orang dan di daerah perkotaan sebanyak 689.000 orang.
Jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal di masing-masing daerah, maka persentase penduduk miskin di daerah perdesaan sebesar 11,29 persen, sedangkan di daerah perkotaan sebesar 11,34 persen.
Dalam kesempatan itu juga dipaparkannya, besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi garis kemiskinan, karena penduduk miskin memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.
Garis Kemiskinan
Pada Maret 2010 garis kemiskinan Sumut sebesar Rp222.898,- perkapita perbulan. Di daerah perkotaan, garis kemiskinannya sebesar Rp247.547,- perkapita perbulan, dan daerah perdesaan sebesar Rp201.810,- perkapita per bulan.
Selama Februari 2004 hingga Maret 2010, garis kemiskinan Sumut naik 82,09 persen. Garis kemiskinan di perkotaan naik 73,15 persen dan garis kemiskinan di perdesaan naik 76,69 persen.
Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan Persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.
Dimensi lain yang perlu diperhatikan, tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Dikatakannya, selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan yang menyangkut kemiskinan juga sekaligus mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.
Nilai indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) di daerah perkotaan pada Maret 2010 lebih rendah dibandingkan daerah perdesaan.
Pada bulan Maret 2010, nilai indeks kedalaman kemiskinan (P1) untuk perkotaan sebesar 2,01 dan di daerah perdesaan mencapai 2,07. Adapun nilai indeks keparahan kemiskinan (P2) untuk perkotaan sebesar 0,54 dan di daerah perdesaan mencapai 0,59. www.sumutprov.go.id